SEJARAH PEREKONOMIAN BARAT dan PERKEMBANGAN DI INDONESIA

A. SEJARAH PEREKONOMIAN BARAT

1. Pemikiran Ekonomi Barat

  • Pengertian Ekonomi

Istilah ekonomi itu berasal dari oikonomia, mula-mula dipergunakan oleh Xenophon (lebih kurang 400 tahun SM).

Oikonomia diturunkain ari kata-kata Yunani:

Oikos yang berarti segala sesuatu yang behubungan dengan rumah tangga, dan nomos yang artinya undang-undang atau peraturan; ada hubungannya dengan kata nomein yang berarti mengurus.

Ekonomi (oikonomia), pada mulanya dimulai dari pendapat atau pemikiran dan akhirnya sebagai sebuah cabang ilmu yang berdiri sendiri. Pada akhirnya, pengertian ekonomi adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan upaya atau tindakan manusia memenuhi kebutuhnnya.

Upaya atau tindakan manusia memenuhi kebutuhannya adalahkegiatan ekonomi yakni kegiatan konsumsi, produksi dan distribusi barang-barang dan jasasebagai alat pemenuh kebutuhan.

  • Pandangan Filsafat dan Etika Tentang Ekonomi

pemikiran Plato tentang ekonomi bersumber dari teori-teori etika. menurut Plato, keserakahan atau keinginan untuk memperoleh barang-barang yang melebihi kebutuhan yang layak merupakan rintangan besar bagi perdamaian.

dapat juga dicatat teori-teori etika yang tumbuh pada masa perkembangan filsafat Yunani kuno, yaitu hedonisme dan Epicurus (Epicurusisme) dan stoicisme dari Stoa yang ada pengaruhnya pada teori-teori yang muncul kemudian.

Hedonisme pertama kali disebar-luaskan oleh Aristipus. ia beranggapan bahwa tujan hidup dan yang terbaik bagi manusia adalah mendapatkan kenikmatan. pendapat Aristipus didukung oleh Epicurus yang dikembangkannya dengan teori yang disebut fisis materialisme mekanistik. dari penggabungan itu ditariknya kesimpulan bahwa kenikmatan yang bersifat egoistis merupakan tujan akhir manusia. karena itu manusia dianggap bijaksana bila ia mencari kenikmatan sebesar-besarnya didunia ini.

dalam perkembangan selanjutnya, hedonisme banyak dipengaruhi oleh tulisan-tulisan Jeremy Bentham sehingga lahir pendapat yang disebut dengan utilitarianisme. Utilitarisme berpendapat hampir sama dengan hedonisme – yaitu sama-sama memuja kenikmatan, hanya berbeda dalam siapa yang memperoleh kenikmatan itu.

kemudian muncul stoicisme yang menentang hedonisme Epicurus. berbeda dengan hedonisme, menurut stoicisme tujuan akhir manusia adalah berbuat kebajikan.

setelah teori-teori etika diatas kemudian muncul karya-karya para filsuf Yunani seperti Aristoteles dan Plato dan aliran-aliran y7ang lebih terarah pada pemikiran ekonomi.

karya-karya filsuf Aristoteles tumbuh dalam struktur peerekonomian masyarakat yang agraris dan susunan ketatanegaraan yang bersifat aristokrati, pada kondisi peekonomian dimana golongan pedagang sedang berkembang.

Aristoteles juga meletakkan dasar pemikiran untuk masalah nilai dan harga. menurut Aristoteles, uang mempunyai fungsi sebagai alat tukar, pengukur nilai, dan penimbun kekayaan. Anggapannya tentang bunga uang tersebut diatas berpengaruh lama dalam sikap terhadap bunga (capital rent).

perkembangan pemikiran tentang bunga ini muncul kembali dalam pandangan St. Thomas Aquinas (Aliran Scholastik) yang bukan saja mengutuk riba sebagai bunga yang berlebihan, bahkan bunga pada umumnya. menurut St. Thomas Aquinas dalam bukunya Summa Theologica, bunga tidak adil karena menjual sesuatu yang sebenarnya tidak ada, dan ini menjurus ke kesenjangan, yang bertentangan dengan keadilan. hal ini diperkuat juga oleh fakta bahwa St. Thomas Aquinas pun mempebolehkan kompensasi wajar atas kerugian-kerugian karena transaksi (damnum emergens) atau terlepasnya peluang untuk memperoleh keuntungan dengan itu (lucrum cessans), dan resiko tidak kembali modal pokok (periculum sortis).

2. Pendapat dan Kebijaksanaan Ekonomi Barat 

bagian ini menguraikan perkembangan pendapat dan kebijaksanaan ekonomi dari berbagai aliran sejak awal sampai akhir-akhir ini. pengikut aliran aristokrat yang kecil jumlahnya disamping pengaruh aliran Merkantilis (pedagang) yang mulai tumbuh, mengembangkan pemikiran mereka tentang sistem keuangan dan perkreditan. namun, pemikiran tentang sistem itu tak jelas hingga saat ini. beberapa perkembangan pimikiran ekonomi itu dibicarakan oleh Plato dalam bukunya yang berjudul Republik.

  • Merkantilisme 

Merkantilisme adalah aliran yang memusatkan perhatiannya pada perdagangan (merchant – pedagang). mereka berpendapat bahwa sumber kemakmuran adalah perdagangan luar negeri, dan uang adalah kekuasaan.

  • Aliran Fisiokrat

Alliran Fisiokrat timbul di Perancis pada masa akhir Merkantilisme, dan boleh dikata berkisar pada seorang tokoh, yaitu Francois Quesney (1694 – 1774) meskipun ada juga pengikutnya. kaum Fisiokrat yakin bahwa petanian merupakan sumber kemakmuran ekonomi. kaum physiokrat mengandaikan sisterm ekonomi seperti tubuh manusia, dan menekankan “keselarasan kami” dari pada sistem sehingga ia akan bekerja paling baik bila campur tangan pemerintah dibatasi hingga kadar minimum.

  • Aliran Klasik dan Neo-Klasik

aliran Klasik mendapat namanya demikian dari Karl Marx, karena Adam Smith  yang menulis The Wealth of Nations (1776) sebagai tonggak kelahiran aliran tersebut serta pengikut-pengikutnya ternyata telah dipengaruhi oleh pengaruh-pengaruh klasik, di samping praktek-praktek perekonomian dari masa-masa sebelumnya.

dalam bukunya The Wealth of Nations, ia memperlihatkan berbagai aspek keyakinannya tentang invisible hand atau “tangan yang tak tampak” (tangan gaib) yang bekerja dalam kehidupan ekonomi. “Tangan yang tak nampak” itu adalah pasar itu sendiri.

setelah revolusi Adam Smith, kita mengenal revousi David Ricardo yang mengubah penekanan masalah kemakmuran bangsa dan pertumbuhannya menjadi masalah pembagian pendapatan diantara berbagai golongan dalam masyarakat. revolusi Ricardo tidak bertolak belakang dari pendekatan yang dikemukakan Adam Smith, tetapi justru melengkapinya.

permasalahan ekonomi tidak hanya terbatas pada pertumbuhan ekonomi atau kemakmuran semata-mata tetapi jga mencakup pertumbuhan dan distribusinya.

perkembangan sejarah pemikiran ekonomi, semenjak dasawarsa dua puluhan dan tiga puluhan, memperlihatkan munculnya berbagai teori yang menggantikan ataupun melengkapi yang lama seperti misalnya, analisis persaingan tidak sempurna atau persaingan monopolistis dari Chamberlin dan Joan Robinson, yang menunjukkan tehnik analisis yang lebih tepat dalam menggambarkan pembentukan harga dipasar.

kemudian timbul tehnik pengukuran yang lebih akurat mengenai hubungan fungsional dalam ekonomi, dengan penekanan yang lebih besar pada pendekatan empiris, dan mulai berkembangnya ekonometrika. selain itu terdapat pula analisis keseimbangan umum (general equilibrium) yang mengambil pemikiran Walras serta Pareto ke dalam analisis ekonomi, seperti oleh Hicks dan Allen.

  • Aliran Keynesian

pengaruh yang paling menonjol dan memberikan dampak yang sangat luas, terutama di bidang ekonomi makro, tidak lain dari revolusi yang dilakukan John Maynard Keynes (1883 -1946) dngan pemikiran yang dikemukakan dalam The General Theory of Employment, Interest and Money (1936), biasa disebut The General Theory saja.

revolusi Keynes dilancarkan terhadap teori ekonomi klasik yang berlaku pada waktu itu. mungkin lebih dari perubahan yang terjadi pada aliran lain, teori Keynes memang menampakkan kemampuannya memberikan jawaban terhadap permasalahan yang hidup di dalam masyarakat yaitu depresi ekonomi dengan berbagai aspeknya, seperti pengangguran, rendahnya daya beli masyarakat (lemahnya permintaan) dan sebagainya.

Ekonomi klasik menunjukkan bila setiap unit ekonomi melakukan tindakan rasional, mengusahakan posisi optimalnya, maka mekanisme pasar akan menghasilkan keadaan yang seimbang, pada posisi optimal, yang sama dengan kesempatan kerja penuh (full employment).

dengan lain perkataan, menurut analissis ekonomi klasik, tidak mungkin terjadi pengangguran besar-besaran dalam perekonomian. sebaliknya dalam periode ini hampir semua negara didunia mengalami pengangguran tersebut.

Dengan demiikian terjadinya proses penolakan terhadap aalisia klasik dan penerimaan analisis Keynes. proses penolakan analisis Keynes yang sangat berhasil menggeser kedudukan analisis klasik ternyata kemudian mengalami nasib yang serupa.

Proses penolakan analisis Keynesian berjalan cukup lama, dimulai dengan berbagai usaha untuk menyajikan teori tandingan yang lebih unggul dalam daya analisis maupun prediksinya. sebelumnya supply side economics maupun rational expectations (ratex), tantangan yang paling besar datang dari sekelompok ahli ekonomi yang biasa dikenal sebagai monotaris, dengan Prof. Milton Friedman sebagai pemimpinnya.

pada dasarnya kelompok ini mengajukan proposisi bahwa perkembangan (kejutan) moneter merupakan unsur yang paling penting dalam perkembangan produksi, kesempatan kerja dan harga-harga; bahwa pertumbuhan jumlah uang yang beredar (stock) merupakan unsur yang paling dapat diandalkan dalam perkembangan moneter; dan bahwa pelaku otoritass moneter menentukan pertumbuhan jumlah uang yang beredar dalam gelombang konjunktur.

  • Pandangan dan Pendekatan: Sisi Produksi atau Penawaran (supply Side) dan Pengharapan Rasional (Ratex)

Perkembangan pendekatan ekonomi yang menunjukkan terjadinya krisis akhir-akhir ini menyangkut timbulnya proses “penolakan” terhadap pendekatan ekonomi makro yang bersifat Keynesian. hal yang banyak mendapat perhatian adalah kebijaksanaan ekonomi makro baru yang berdasarkan diri atas pendekatan sisi produksi atau penawaran (supply), dikenal dengan supply side economics dan yang dalam arti teorinya lebih mendasar adalah munculnya pendekatan rational expextation (ratex).

menurut A.W. Philips, terdapat hubungan yang erat dan bersifat berkebalikan (trade-off) antara laju inflasi dan tingkat pengangguran (unemployment). hubungan antara laju inflasi dan tingkat pengangguran kemudian diterima secara umum oleh kalangan akademis dan penguasa sebagai suatu hubungan yang berlaku dalam setiap perekonomian, bahkan kemudian dijadikan patokan diberbagai negara untuk untuk menunjukkan bahwa laju inflasi berada pada tingkat ketinggian tertentu, maka enganguran berada pada tingkat pengangguran tertentupula.

dalam ratex diasumsikan bahwa unit ekonomi melakukan tindakan ekonominya (optimisasi) dengan menggunakan segala informasi yang dimilikinya. Ratex sering disebut sebagai aliran klasik baru (neo-klasik), karena menggunakan prinsipaliran klasik, terutama dalam hal asumsi bahwa setiap individu bertindak rasional mencapai posisi optima, dan bahwa ekonomi pasar menghasilkan keseimbangan.

B. PERKEMBANGANNYA DI INDONESIA

1. Perkembangan Sosial Ekonomi dan Politik di Indonesia

Pembangunan ekonomi Indonesia sejak Proklamasi Kemerdekaan 1945, dipengaruhi oleh keadaan politik. Bruce Glassburner mengambarkan bahwa pada periode 1950 – 1957 ada dua garis pemikiran pokok yang bisa diamati, yaitu garis konservatif dan garis radikal.

dalam kaitan yang sama juga penting untuk melihat sejauh mana pemerintah boleh dan bisa “campur tangan” dalam dunia bisnis. pada saat itu pemerintah sama sekali tidak mempunyai perusahaan negara.

pada akhir  1957 pada saat hubungan politik Indonesia-Belanda memburuk karena sengketa Irian Barat, pemerintah Indonesia mempunyai alasan politis untuk mengambil alih seluruh kepentingan ekonomi Belanda dan menaruhnya langsung dalam manajemen pemerintah Indonesia.

2. Perkembangan Perekonomian Indonesia

Mubyarto (1998) membuat periodesasi ekonomi Indonesia ke dalam siklus tujuh tahunan sebagai berikut:

  • Ekonomi perang gerilya (1945-1952). Pada periode perang gerilya, terjadi pembumi-hangusan prasarana ekonomi, ekonomi Indonesia bersifat dualistik.
  • Pembangunan ekonomi nasional (1952-1959). pada eriode pembangunan ini lahir beberapa perusahaan negara hasil pengambil alihan.
  • Ekonomi terpimpin (1959-1966). pada periode ekonomi terpimpin, perekonomian memburuk karena politik mercu suar.
  • Demokrasi ekonomi (1966-1973). Pada periode demokrassi ekonomi, perubahan drastis dari ekonomi terpimpin.
  • Ekonomi bonansa minyak (1973-1980). Pada periode ini terdapat pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan.
  • Ekonomi pasca bonansa minyak (1980-1987). Pada periode ekonomi ini terjadi keprihatinan menuju ekonomi yang berkeadilan sosial.
  • Tahun 1986/87  merupakan periode transisi kedua yang relatif lebih berat dibandingkan dengan periode transisi pertama, 1966-1973, karena kapasitas industri terpasang didalam negeri sudah amat meningkat sehingga pengaruhnya sangat besar terhadap kegiatan industri dalam negeri.

3. Pengaruh Globalisasi Ekonomi di Indonesia

(a) Tatanan Ekonomi Dunia

Psda tahun 1990, Louis Emmerij mengedit sebuah buku yang sangat menarik yang berjudul “One Word of Several”, yang merupakan kumpulan tulisan dari sejumlah pakar. Emmerij dan kawan-kawanna, mengungkapkan dengan baik sekali kecenderungan masa kini yang mengarah kepada globalisasi disertai dengan tantangan yang dihadapinya. mereka pada umumnya mempunyai keyakinan akan munculnya suatu tatanan masyarakat yang mendunia, yang terpadu sedemikian rupa melampaui batas-batas geografis, pengelompokkan ideologis, serta lembaga-lembaga ekonomi politik. itulah yang disebut dengan tatanan dunia yang global.

globalisasi dalam bidang ekonomi menampakkan diri dengan bentuk yang lebih jelas lagi yaitu dengan adanya kebebasan bergerak sejumlah perusahaan multinasional dan peredaran dan dana yang melampaui batas-batas negara. sementara itu pemerintah suatu negara mempunyai kemampuan yang berdalam menata dunia bisnis di lingkungan  wilayah negaranya, karena harus berkaitan erat dengan sejumlah lembaga keuangan dan bisnis internasional. disamping itu peningkatan arus migrasi penduduk serta modal mempercepat  proses globalisasi dalam bidang ekonomi, suatu sistem ekonomi yang terintergrasi  dengan semboyan: ” satu dunia satu ekonomi”. karenanya ungkapan yang sering didengar tentang: “dunia tanpa batas”, bukanlah suatu hal yang berlebihan dalam dunia tatanan ekonomi dunia masa kini  dan masa yang akan datang.

(b) Bergessernya Struktur Persaingan Dunia

industrialisasi oleh banyak pengamat merupakan tumpuan pembangunan pada era Pembangunan Jangka Panjang Tahap Kedua (PJP-II), artinya industrialisasi merupakan mesin pertumbuhan (engine of growth). hanya industrialisasi yang diharapkan dapat mengembangkan pasar dalam negeri dan bersamaan dengan itu meningkatkan daya saing bangsa di pasar dunia. industrialisasi merupakan alur pembangunan yang harus kita tempuh, terutama untuk mengantisipasi pengaruh globalisasi ekonomi dan sesuai dengan hakekat industri sebagai sektor ekonomi yang paling cepat dapat memperluas lapangan kerja serta meningkatkan taraf hidup rakyat.

pengaruh perubahan tatanan ekonomi internasional yang bersifat global (mendunia), membuat pergeseran internasional menjadi semakin ketat. negara-negara kan terlibat dalam suatu persainga atau kerja sama, berusaha menempatkan diri pada posisi yang terbaik dalam struktur persaingan yang sangat ketat itu atau dengan perkataan lain berusaha berada pada “papan atas” dalam kompetisi.

pemanfaatan sumber daya alam (resource utilization) berkaitan dengan spektrum ekspor yang sudah meluas. namun kalau kita telah hanya satu dua komoditi yang menonjol. lebih dari setengah hasil ekspor industri kita adalah tekstil, kayu olahan dan karet. dengan rendahnya konsentrasi komoditi (comodity concentration) atau keragaman komoditi (comodity diversification), membuat posisi komoditi ekspor kita menjadi peka terhadap ancaman dari luar, seperti pengenaan proteksi, tarif dan kuota ekspor.

menyadari adanya perbedaan modal atau kekuatan yang dapat diandalkan oleh masing-masing negara untuk memajukan kepentingan bangsanya, maka para ahli ekonomi Barat telah mengembangkan teori keunggulan komparatif. dalam pandangan ini, maka bagi bangsa Indonesia keunggulan komparatif kita adalah jumlah penduduk yang besar dan tersedianya sumberdaya alam. penduduk yang besar memberikan kita dua keuntugan, yaitu tenaga kerja yang relatif murah dan potensi pasar yang besar. sumberdaya alam memberikan keuntungan karena menyediakan bahan baku atau bahan mentah serta energi yang diperoleh dengan harga yang lebih murah dibandingkan dengan bila diimpor.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s